Wednesday, January 23, 2013

10 PRILAKU PRIA YANG MEMBUAT WANITA MENDERITA

Sudah Tahukah Anda ? wrote:

10 PRILAKU PRIA YANG MEMBUAT WANITA MENDERITA

Setiap manusia, baik pria maupun wanita, tentu memiliki perilaku yang buruk. Nah, yang paling umum dikeluhkan oleh kaum wanita adalah sifat egois pasangannya. Kira-kira perilaku apa saja ya yang kerap ditunjukkan oleh kaum pria dan tanpa sadar mereka telah membuat istri mereka menderita?

Berikut beberapa rangkumannya ...

1. Male Ego ...

Sebuah istilah dalam ilmu psikologi, yang menggambarkan salah satu sifat pria. Ego itu sendiri, merupakan sifat ke-aku-an dari pria. Dalam realitanya, mengacu pada perkembangan kultur social male ego ini, sering dikonotasikan sebagai egoisme yang semena-mena dan mau menang sendiri, sehingga memberikan citra yang negatif.

Padahal kalau saja kaum pria sebagai kaum pria yang lebih rasional bisa mereduksi dan memahami keinginan kaum wanita, apalagi pasangannya. Kaum pria bisa memperbaiki, kalau saja mengerti apa yang tidak disukai oleh kaum wanita.

2. Pelit Dan Perhitungan ...

Wanita pada dasarnya memiliki sifat yang meterialistis. Sifat ini sudah menjadi kodrat dari setiap wanita yang tidak perlu dipersoalkan. Menurut sejumlah penelitian dan kasus-kasus, perhatian terhadap kebendaan oleh kaum wanita adalah hal yang wajar karena dalam realitasnya mereka tak bisa dilepaskan dari materi. Karena itu, dalam tatanan social maupun relegi, kaum laki-laki punya kewajiban untuk memenuhi kebutuhan material pasangannya.

Maka kalau saja Anda royal dalam memberikan uang, maupun menyediakan rumah yang indah, bisa menyediakan mobil pribadi yang bagus dan membanjiri hadiah-hadiah, Anda bukan saja laki-laki yang mampu memenuhi salah satu kewajibannya, tapi juga memahami salah satu keinginan wanita. Percayalah, wanita akan sangat menderita kalau saja pasangannya adalah laki-laki yang pelit dan penuh perhitungan. Ia merasa tidak percaya. Sebenarnya, siapa yang pantas hitung menghitung: wanita atau pria?

3. Kasar Dan Melakukan Kekerasan ...

Laki-laki memang memiliki fisik yang kuat, tapi jelas bukan untuk menyakiti dan melakukan kekerasan pada wanita. Wanita adalah makhluk yang secara fisik lebih lemah, sehingga membutuhkan perlindungan. Ia makhluk perasa dan suka kelembutan.

Maka, jangan sekali-kali kasar dan melakukan kekerasan pada wanita. Dan laki-laki yang kasar dan ringan tangan, pada umumnya cenderung dictator dan mau menang sendiri.

4. Tidak Setia Selingkuh ...

Wanita sebenarnya juga punya sifat egois. Ia tidak ingin membagi apa yang jadi miliknya, apalagi kalau itu berharga. Dan siapa yang merelakan pria miliknya untuk wanita lain? Karena itu, sangat bisa dimengerti kalau pria yang dianggapnya hanya menyayanginya ternyata juga berpaling pada orang lain. Itu bukan hanya berarti tidak lagi menghargainya, tapi juga mengkhianatinya. Laki-laki yang berprilaku begini bukan saja dibencinya, tapi kalau menuruti kata hati wanita, mungkin dibunuhnya. Kalau toh memaafkannya, sebenarnyalah, ketidaksetiaan dan selingkuh itu tak akan dilupakannya.

5. Mata Keranjang ...

Pria boleh mengatakan bahwa ketertarikan pada lain jenis adalah sifat kodrati. Wanita memang makhluk yang suka diperhatikan, terutama oleh pria tentunya. Tapi bukan untuk dinomorduakan. Sifat mata keranjang menunjukkan ketertarikan pada wanita lain adalah tindakan yang tidak menghargai wanita yang telah dipilihnya. Apalagi kalau tindakan itu menjadi serius yang dapat dipastikan bisa menciptakan permasalahan yang lebih kompleks. Maka sebaiknya janganlah menduakan wanita pendamping Anda. Kalau toh mengagumi wanita lain, jangan ditunjukkan terang-terangan.

6. Bodoh dan Tidak Punya Sesuatu ...

Ketetarikan wanita pada pria, pada umumnya karena pria tersebut memiliki sesuatu hal yang istimewa. Dengan sesuatu yang istimewa itulah tumbuh rasa kekaguman. Dan sesuatu yang mendasar tersebut adalah tingkat kecerdasan. Seseorang laki-laki yang cerdas dalam arti yang luas akan lebih mudah menarik hati wanita, karena dengan begitu ia bisa membanggakannya dan dengan begitu bisa mengangkat martabatnya di hadapan orang lain. Sebaliknya, kalau pria itu bodoh, apa yang bisa dibanggakan? Apalgi dalam komunitas ekseklutif yang telah membentuk diri bahwa Anda bukan laki-laki yang intover dan ketinggalan zaman.

7. Tidak Romantis Dan Tidak Peduli ...

Wanita selalu ingin dimanja oleh pasangannya. Pada dasarnya wanita mempunyai sifat yang introvert, dan tidak percaya diri. Karena itulah wanita lebih suka pada pria yang romantis, yang pandai menyatakan rasa ketertarikan dan sanjungan. Ia sangat sebal pada laki-laki yang kaku, meskipun sebenarnya cinta sekali. Karena itu, pujilah istri Anda sesering mungkin. Ucapkan kata-kata cinta, karena itu bisa membahagiakannya.

8. Tidak Tegas, Tak Berkepribadian ...

Kultur social keluarga di Indonesia masih menempatkan pria sebagai kepala keluarga. Suami adalah pemimpin. Apalagi ketegasan sering dikaitkan dengan rasa tanggung jawab dan ini menyangkut kepribadian seseorang.

Coba saja, bagaimana wanita merasa nyaman dan aman kalau pendampingnya lemah, plin plan, tak berpendirian dan rapuh?

9. Berbohong Tidak Jujur ...

Ada yang bilang wanita adalah makhluk yang suka dibohongi. Tetapi ingat, kalau saja ia tahu bahwa Anda ternyata telah berbohong, ia akan membenci setengah mati, karena ia merasa telah tidak dihargai dan dipermainkan.

Jadi sebaiknya memang Anda berlaku sebagaimana seharusnya, menajdi laki-laki yang bertanggung jawab, sehingga Anda tak perlu berbohong padanya.

10. Mendengkur ...

Tahukah Anda bahwa sebenarnya wanita sangat tersiksa mendengar dengkuran suaminya? Karena itu, kalau Anda sayang dan ingin disayang istri Anda, sembuhkanlah kebiasaan mendengkur. Atau bujuk istri Anda, agar ia bisa menikmatinya, seperti musik malam yang indah.

LIKE THIS ---> Kitab Suci Al-Qur'an

=====

Follow twitter: @kutipanhikmah

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang teman-temanmu gabung dengan klik 'Invite Your Friends'

RAYUAN SETAN DALAM PACARAN

Sudah Tahukah Anda ? wrote:

RAYUAN SETAN DALAM PACARAN

Jangan lupa membagikan artikel ini setelah membacanya

Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncul lah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik." (QS. Ali Imran: 14)

Adab Bergaul Antara Lawan Jenis

Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:

1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis

Allah berfirman yang artinya, "Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya, "Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nur: 31)

2. Tidak berdua-duaan

Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita, kecuali bersama mahromnya." (HR. Bukhari - Muslim)

3. Tidak menyentuh lawan jenis

Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin)." (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (HR. Thabrani dengan sanad hasan)

Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.

Salah Kaprah Dalam Bercinta

Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan "pacaran". Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra': 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak Adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya." (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya….

Iblis, Sang Penyesat Ulung

Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, "Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita." (HR. Bukhari - Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.

Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

LIKE THIS ---> Kitab Suci Al-Qur'an

=====

Follow twitter: @kutipanhikmah

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang teman-temanmu gabung dengan klik 'Invite Your Friends'

Tuesday, January 22, 2013

“Dari ‘Aisyah Radhiallahu Anha “Nabi Sallalahu ‘Alaihi Wasallam apabila berbaring di tempat tidurnya pada setiap malam Baginda mengangkat kedua tangannya (seperti berdo a), lalu meniup Dan membaca surah al-Ikhlas, surah al-Falaq, surah an-Nas, kemudian...

Belajar Adab Adab Sunnah Rasulullah saw wrote:

"Dari 'Aisyah Radhiallahu Anha "Nabi Sallalahu 'Alaihi Wasallam apabila berbaring di tempat tidurnya pada setiap malam Baginda mengangkat kedua tangannya (seperti berdo a), lalu meniup Dan membaca surah al-Ikhlas, surah al-Falaq, surah an-Nas, kemudian Baginda menyapukan tangannya itu ke seluruh badan yang dapat disapunya mulai dari kepalanya dan mukanya dan bagian depan dari badannya, Baginda mel
akukannya sebanyak tiga kali." (Diriwayatkan oleh at-Tirmizi)

Membaca ayat kursi ...

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم [البقرة: 255]

Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah; Jika kamu beranjak ke tempat tidurmu maka bacalah ayat Al-kursi sampai selesai, karena kamu akan selalu mendapat penjagaan dari Allah, dan syaitan tidak akan mendekatimu sampai pagi. [Sahih Bukhari dan Muslim]
BerDo'a sebelum dan sesudah tidur

بسم الله الرحمن الرحيم

Hudzaifah berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam jika hendak tidur membaca ...

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

"Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup"
Dan jika bangun dari tidur membaca ...

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

"Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya lah tempat kembali". [Sahih Bukhari]
_______________­___________

• MARI JADI ORANG BAIK •

• JAGA IMAN - JAGA SHALAT - JAGA AKHLAQ - TUTUPLAH AURAT •

• follow twitter @QURANdanSUNNAH

Thursday, January 17, 2013

BERSIHKAN HATI DENGAN DZIKRULLAH Rasulullah bersabda “ Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat

"KATA-KATA HIKMAH" wrote:

BERSIHKAN HATI DENGAN DZIKRULLAH

Rasulullah bersabda " Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat. Cara membersihkannya adalah dengan mengingat Allah [dzikrullah] "

" Qalbu berkarat karena dua hal yaitu lalai dan dosa. Dan pembersihnyapun dengan dua hal yaitu istighfar dan dzikrullah" [HR.Ibnu Ab'id dun ya Al-Baihaqi]

"[yaitu] Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan dzikir hati menjadi tentram." [Ar-Ra'd : 28]

" Karena itu ingatlah kepadaKu, niscaya Aku akan ingat kepadamu.. [Al-Baqarah : 152] "Maka apabila kamu telah selesai shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri,duduk dan di kala berbaring."[An-Nisa:103]

"Katakanlah olehmu," Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kalian seru, Dia mempunyai Al-Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik).. [Al-Isra : 110]

Mari Berbekal untuk hari yang sudah pasti dan Sesungguhnya kematian sudah pasti datangnya. Hanya dzikir dan kematianlah yang mempertemukan hamba dengan tuhannya.

HASBIYAALLAH WA NI'MAL WAKIL NI'MAL MAULA WA NI'MAN NAZHIR....

----------------------------------
Kami mengundang anda utk gabung di sini GALERI MUSLIMAH MODERN (GMM)

SubhanAllah! laungan Azan yang mengalun merdu ternyata mampu membangunkan bunga-bunga yang tertidur

Islam Itu Indah shared the following link and had this to say about it:

SubhanAllah! laungan Azan yang mengalun merdu ternyata mampu membangunkan bunga-bunga yang tertidur. Bunga yang layu sebelumnya secara tiba-tiba mekar apabila azan dilaungkan daripada masjid yang berdekatan. Stesen televisyen CNN pernah menayangkan sebuah dokumentari yang menunjukkan keajaiban laungan azan.

Bunga-bunga yang pada awalnya kuncup berubah menjadi mekar ketika azan berkumandang. Fenomena mengagumkan ini terjadi di Azerbaijan ini (juga terdapat di Turki) telah mendapat perhatian dari media Barat. Lihat keajaiban bunga azan di dalam video di bawah ini.

Lihat video -> http://www.harian-metro-online.com/subhanallah-bunga-mekar-semasa-azan-dilaungkan

SubhanAllah, laungan Azan yang mengalun merdu ternyata mampu membangunkan bunga-bunga yang tertidur. Bunga yang layu sebelumnya secara tiba-tiba mekar apabila azan dilaungkan daripada masjid yang berdekatan. Stesen televisyen CNN pernah menayangkan sebuah dokumentari yang menunjukkan keajaiban laung...
Sudah Tahukah Anda ? wrote:

MEMILIH TEMAN DAN BELAJAR

Yusuf bin Al-Husain menceritakan: Aku bertanya kepada Dzun Nun tatkala perpisahanku dengannya, "Kepada siapakah aku duduk berteman dan belajar?"

Beliau menjawab,
1. "HENDAKNYA kamu duduk bersama orang yang dengan melihatnya akan mengingatkan dirimu kepada Allah.

2. Kamu memiliki rasa segan kepadanya di dalam hatimu.

3. Orang yang pembicaraannya bisa menambah ilmumu.

4. Orang yang tingkah lakunya membuatmu semakin zuhud kepada dunia.

5. Bahkan, kamu pun tidak mau bermaksiat kepada Allah selama kamu sedang berada di sisinya.

6. Dia memberikan nasehat kepadamu dengan perbuatannya, dan tidak menasehatimu dengan ucapannya semata."

(Al-Muntakhab min Kitab Az-Zuhd wa Ar-Raqaa'iq, hal. 71-72)

Selamat menafakuri dengan siapa kita bergaul, berteman dan belajar.

=====

Saturday, January 12, 2013

10 HAL YANG HENDAKNYA DIRENUNGKAN JIKA DITIMPA MASALAH DAN UJIAN

Sudah Tahukah Anda ? wrote:

10 HAL YANG HENDAKNYA DIRENUNGKAN JIKA DITIMPA MASALAH DAN UJIAN

1. Yakinlah bahwa selain kitapun juga diuji...

Ada yang diuji dengan kemiskinan...
Ada yang diuji dengan harta, jabatan dan kekuasaan…
Ada yang diuji dengan istri yang berakhlak buruk...
Ada wanita yang diuji dengan suami bejat…
Ada wanita yang diuji dengan mertua jahat…
Dan terlalu banyak model ujian yang menimpa manusia...
Sebagaimana manusia-manusia yang lain yang juga ditimpa musibah/ujian yang beraneka ragam...

2. Sabarlah dengan ujian yang sedang kita hadapi... Alhamdulillah kita masih bisa memikulnya...
Bisa jadi jika kita diuji dengan ujian yang lain... maka kita tidak akan mampu menghadapinya...
Yakinlah bahwa tidaklah Allah menguji kecuali dengan ujian yang mampu dihadapi oleh seorang hamba...

3. Terkadang syaitan membisikkan pada kita bahwa ujian yang kita hadapi sangatlah berat dan tidak mungkin untuk kita pikul…
Maka ingatlah bahwa saat ini masih terlalu banyak orang yang diuji dengan ujian yang jauh lebih berat dengan ujian yang sedang Kita hadapi...

4. Bukankah ujian jika dihadapi dengan kesabaran, maka akan menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat?

5. Bahkan bisa jadi Allah menghendaki kita untuk meraih sebuah tempat yang tinggi di surga yang tidak mungkin kita peroleh dengan hanya sekedar amalan-amalan shaleh kita...
Amalan shaleh kita tidak cukup untuk menaikan kita ke tempat tinggi tersebut...
Kita tidak akan mampu untuk sampai ke tempat tinggi tersebut, kecuali dengan menjalani ujian-ujian yang tidak henti-hentinya untuk mengangkat derajat kita...

6. Ingatlah… Dengan ujian terkadang kita baru sadar bahwa kita ini sangatlah lemah dan selalu butuh kepada Allah Yang Maha Kuasa...

Kadang kita baru mengenal yang namanya khusyu' dalam shalat…
Kita baru bisa merasakan kerendahan yang disertai deraian air mata…
Kita baru bisa merasakan nikmatnya ibadah… tatkala ujian datang… tatkala musibah menerpa...

7. Ingatlah… dengan ujian atau musibah yang menimpa kita... terkadang menghilangkan sifat ujub pada diri kita... Karena tatkala kita rajin beribadah dan selalu mendapatkan kenikmatan... Kadang timbul ujub dalam diri kita dengan merasa bahwa diri kita hebat selalu beruntung...

Jangan sampai kita salah persepsi dengan menganggap tanda kecintaan Allah kepada seorang hamba adalah tidak ditimpanya sang hamba dengan musibah... Bahkan perkaranya justru sebaliknya...
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda...

"Jika Allah mencintai sebuah kaum, maka Allah akan menguji mereka." (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no. 146)

8. Berhusnudzonlah kepada Allah...
Yakinlah bahwa di balik ujian dan musibah yang menimpamu, ada kebaikan dan hikmah...
Justru jika ujian tersebut tidak datang dan jika musibah tidak menimpamu, maka akan lebih buruk kondisi kita...

Allah berfirman:

"Dan boleh jadi kalian membeci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian." (QS. Al-Baqarah: 216)

9. Bahkan bisa jadi musibah atau ujian yang kita benci itu mendatangkan banyak kebaikan...

Allah berfirman:

"Maka mungkin kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An-Nisa: 19)

10. Ingatlah bahwa tidak ada istrirahat total… Kegembiraaan total… Kecuali di akhirat kelak...
Selama kita masih hidup di dunia, maka siap-siaplah dengan ujian yang menghadang...
Bersabarlah… tegarlah… demi meraih ketentaraman dan kebahagiaan abadi kelak di surga...
Ada orang awam yang berkata...

"Kalau mau hidup di dunia harus siap diuji, kalau tidak mau diuji ya… jangan hidup di dunia...!!!"

Thursday, January 10, 2013

Allah ajar sendiri pada nabi Adam segala benda yang ada .. Dia lah yang menjadi manusia Alim yang pertama.

Kami Peminat Ustaz Azhar Idrus shared the following link and had this to say about it:

4) Allah ajar sendiri pada nabi Adam segala benda yang ada .. Dia lah yang menjadi manusia Alim yang pertama.

5) Jelas lah bahawa sebelum manusia duduk di bumi ni adalah jin dan haiwan yang besar2.

6) Jangan sesekali hina tubuh badan seseorang tapi hina lah pada kelakuan buruknya

7) Syahadah sudah ada tapi ilmu x dop (tidak ada) .. Mudah lah nanti roboh dan bergoyang syahadah tersebut.

8) Tidak sah iman seseorang sehingga dia
melafazkan 2 kalimah sahadah.

9) Rukun islam 5 perkara sahaja tapi yang wajib dalam islam adalah banyak sekali.

10) Bila sah seorang tu menjadi islam maka perkara yang pertama sekali yang menjadi kewajipan nya adalah solat.

UAI — at Masjid at Taqwa, Batu Enam, K. Trg .

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=492071234169929&set=a.223755551001500.54748.162607237116332&type=1&relevant_count=1

Tutup Mata...

Sudah Tahukah Anda ? wrote:

UNTUK KAU RENUNGKAN

Mengapa kita menutup mata ketika kita tertidur...?
Ketika kita menangis...?
Ketika kita membayangkan...?
Ketika kita berciuman...?
Itu karena hal terindah di dunia ini tidak terlihat...

Kita semua agak aneh...
Dan hidup itu sendiri juga agak aneh...
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keanehannya sejalan dengan kita...
Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta...

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan...
Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan...
Tapi ingatlah bahwa melepaskan bukanlah akhir dunia...
Melainkan suatu awal kehidupan baru...

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis...
Mereka yang terluka...
Mereka yang telah mencari...
Dan mereka yang telah mencoba...
Karena hanya merekalah yang bisa menghargai betapa pentingnya orang-orang yang telah menyentuh kehidupan mereka...

Cinta yang agung...
Adalah ketika dia membuatmu menitikkan air mata dan kau masih peduli terhadapnya...
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kau masih menunggunya dengan setia...
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kau masih bisa tersenyum dan berkata "aku turut berbahagia untukmu..."

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu...
Biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi...
Ingatlah bahwa kau mungkin menemukan cinta dan kehilangannya...
Tapi ketika cinta itu mati...
Kau tidak perlu mati bersamanya...

Orang yang terkuat bukanlah mereka yang selalu menang...
Melainkan mereka yang tetap bangkit ketika mereka jatuh...
Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan...
Kau belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada...
Yang ada hanya penghargaan abadi atas pilihan-pilihan hidup yang telah kau buat...

Teman sejati mengerti ketika kau berkata "aku lupa..."
Menunggu selamanya ketika kau berkata "tunggu sebentar..."
Tetap tinggal ketika kau berkata "tinggalkan aku sendiri..."
Membuka pintu meski kau belum mengetuk dan berkata "bolehkah saya masuk?"

Mencintai bukanlah bagaimana kau melupakan melainkan bagaimana kau memaafkan...
Bukanlah bagaimana kau mendengarkan melainkan bagaimana kau mengerti...
Bukanlah apa yang kau lihat melainkan apa yang kau rasa...
Bukanlah bagaimana kau melepaskan melainkan bagaimana kau bertahan...

Lebih berbahaya menangis di dalam hati daripada meneteskan air mata....
Air mata yang menetes dapat dihapus...
Sementara air mata yang tersembunyi akan membekas selamanya...

Dalam percintaan...
Kita jarang sekali menang...
Tetapi ketika cinta itu tulus....
Meskipun kita kalah kita tetap menang...
Hanya karena kita berbahagia dapat mencintai seseorang lebih dari kita mencintai diri kita sendiri...

Akan tiba saatnya di mana kita harus berhenti mencintai seseorang...
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita...
Melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya...

Terkadang...
Orang yang paling kau cintai adalah orang yang paling sering menyakitimu...
Dan terkadang...
Teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu...
Adalah cinta yang tak kau sadari...

Seringkali...
Orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu...
Karena takut kau akan berpaling dan memberi jarak...
Dan bila suatu saat ia pergi...
Kau akan menyadari bahwa dialah cinta yang kau cari selama ini...

(sen)

=====

Follow twitter: @kutipanhikmah

Bagikan tausiyah ini kepada teman-temanmu dengan meng-klik 'bagikan'/'share' dan undang teman-temanmu gabung dengan klik 'Suggest To Friends'.

Saturday, December 15, 2012

Yang....

Bajet Yes je. wrote:

- Yang Singkat Itu "WAKTU".
- Yang Menipu Itu "DUNIA".
- Yang Dekat Itu "KEMATIAN".
- Yang Jauh Itu "MASA LAMPAU".
- Yang Besar Itu "HAWA NAFSU".
- Yang Berat Itu "AMANAH"
- Yang Sulit Itu "IKHLAS".
- Yang Mudah Itu "MENINGGALKAN SOLAT".
- Yang Susah Itu "SABAR".
- Yang Sering Lupa Itu "BERSYUKUR".
- Yang Membakar Amal Itu "GHIBAH".
- Yang Tajam Itu "LIDAH".
- Yang Berharga Itu "IMAN".
- Yang Menenteramkan Hati Itu ''BERZIKIR". ^^,

~ Senyumlah walau hatimu sedang menangis

Apablla...

"KATA-KATA HIKMAH" wrote:

YANG TERKASIH....

"Apabila kamu teringatkan seseorang,

perbanyaklah olehmu ISTIGHFAR,

apabila kamu lupa tentang apa yg kamu pelajari,

perbanyaklah SHOLAWAT,

apabila kamu ingin wajah berseri & sejuk mata memandang,

perbanyaklah SOLAT DHUHA,

apabila kamu inginkan perlindungan & kekuatan hati,

perbanyaklah TAHAJUD

dan apabila kamu inginkan malaikat mendampingimu & mengelak dari pandangan nafsu syaitan,

hendaklah kamu sentiasa berada dalam keadaan berwudhu."

"Jika wajah penat memikirkan dunia, maka berwudhulah..

Jika tangan ini letih menggapai cita-cita, maka berdoalah,

Jika bahu ini tidak kuasa memikul amanah, maka bersujudlah,

ikhlaskan semuanya dan dekatilah ALLAH s.w.t,….

agar tunduk disaat yang lain angkuh,…..

agar teguh disaat yang lain runtuh,….

agar tegar disaat yang lain terlempar"

"Maka berikanlah haknya kepada kerabat dekat,juga kepada orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalananan.Itulah yang lebih baik bagi orang yang mencari keridhaan Allah. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." [Ar-Rum : 38]

Tuesday, November 27, 2012

11 jenis manusia yang akan menerima doa malaikat.

Disenaraikan antara jenis manusia yang akan menerima doa malaikat.

Ketika kita menghadapi masalah, kerumitan, keperluan dan bimbingan, bukan saja kita perlukan kekuatan doa dari lidah, tetapi juga sokongan malaikat.
Antara orang yang mendapat doa malaikat ialah:

Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesiapa yang tidur dalam. keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah hamba- Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci."

Orang yang sedang duduk menunggu. waktu solat.Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Tidaklah salah seorang. antara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali kalangan malaikat akan mendoakannya: 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.'"

Orang yang berada di saf depan solat berjemaah.Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf. depan."

Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah (tidak membiarkan kekosongan di dalam saf).Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung saf."

Kalangan malaikat mengucapkan 'amin' ketika seorang imam selesai membaca al-Fatihah.Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Jika seorang imam membaca…(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu 'aamiin' kerana sesiapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang lalu."

Orang yang duduk di tempat solatnya
selepas melakukan solat.Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Kalangan malaikat akan selalu berselawat kepada satu antara kalian selama ia ada di dalam tempat solat, di mana ia melakukan solat."

Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Kalangan malaikat berkumpul pada saat solat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal."Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada. siang hari (hingga solat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang. bertugas pada malam hari tetap tinggal l alu Allah bertanya kepada mereka: "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?"Mereka menjawab: 'Kami. datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat.'"

Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada. seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'"

Orang yang membelanjakan harta (infak).Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak…'"

Orang yang sedang makan sahur.Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya: "Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur."

Orang yang sedang menjenguk (melawat) orang sakit.Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya: "Tidaklah seorang mukmin menjenguk. saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga Subuh."Itulah antara mereka yang mendapat doa malaikat. Semoga kita termasuk dan tersenarai sama.
Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

Wednesday, August 29, 2012

Secret and private life

ILoveAllaah.com wrote:

"Improve your secret and private life, and Allah will improve your public and social life. Make matters well between you and Allah, and Allah will make matters well between you and people. Work for the Hereafter, and Allah will be enough for you in your worldly concerns"

-Sufyan Ath-Thawri

Tuesday, August 28, 2012

Syukur

Prof Dr Muhaya wrote:

Apabila bangun dari tidor tadi lihat emosi kita. jika tidak bersyukur dan gembira dan tenang, lihat pada diri dan amalan. Jika kita banyak dosa dan banyak buat salah pada orang lain dan ada mengambil hak orang lain bagaimana kita akan rasa tenang dan bahagia. Jom mulakan hari dgn merenung diri dan lihat hubungan dgn Allah dan dgn manusia. Jika ada didalam hati kita perasaan negatif pada sesiapa dan dalam keadaan degil pada Allah jom ubah. Kaum wanita sekelian jom jaga aurat dan pergaulan. jangan tertipu dgn amalan baik kita menolong orang sedangkan kita menzalimi diri dengan engkar pada Allah. Setiap minit kita keluar bekerja dgn mendedahkan aurat bayangkan malaikat mencatit dosa. Lihat cermin hari ini dan bercakap pada diri kita bagaimana kita selamatkan diri kita dari api neraka yakni bagaiamana kita menjalani hari kita dari segi fikiran emosi dan tindakan kita dan hubungan kita dgn ALlah dan manusia

Tuesday, August 21, 2012

Puasa Syawal by: Islam Itu Indah

Islam Itu Indah shared the following link and had this to say about it:

BAGI sesetengah orang, Syawal dianggap bulan berpesta dan bersuka ria dengan jamuan dan juadah, sehingga ada yang meraikannya sebulan penuh seolah-olah puasa lenyap dalam kamus hidup mereka.

Tetapi hakikatnya, pada Syawal masih terdapat ibadat puasa iaitu 'puasa enam'. Cuma ia tidaklah menjadi suatu kewajipan seperti dalam bulan Ramadan. Bagaimanapun, ibadat sunat itu adalah kesinambungan kepada ibadat Ramadan.

Walaupun tidak berdosa sekiranya tidak dilakukan, tetapi hakikatnya puasa sunat enam hari pada bulan Syawal adalah ibadat yang penuh bermakna, malah ia amalan generasi soleh terdahulu.

Baca lagi -> http://www.harian-metro-online.com/puasa-6-syawal-sekali-dengan-qadha

BAGI sesetengah orang, Syawal dianggap bulan berpesta dan bersuka ria dengan jamuan dan juadah, sehingga ada yang meraikannya sebulan penuh seolah-olah puasa

Tuesday, August 14, 2012

Sunnah Makan terlebih dahulu Sebelum keluar Rumah untuk pergi shalat di hari Raya iedul fitri:

Belajar Adab Adab Sunnah Rasulullah saw wrote:

Sunnah Makan terlebih dahulu Sebelum keluar Rumah untuk pergi shalat di hari Raya iedul fitri:

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Muhammad bin Ishaq dari Hafsh bin 'Ubaidillah bin Anas dari Anas bin Malik

Bahwa Nabi Shallahu 'alaihi wa sallam makan beberapa buah kurma dihari raya idul fitri sebelum keluar menuju tempat shalat.
(HR. Tirmidzi: 543, Shahih)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Ashim berkata, telah menceritakan kepada kami Tsawab bin Utbah Al Mahri dari Ibnu Buraidah dari Bapaknya berkata,

"Pada hari Iedul Fitri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak keluar untuk shalat hingga beliau makan terlebih dahulu. Sementara pada hari raya kurban (Nahr) beliau tidak makan hingga kembali (dari shalat). "
(HR. Ibnu Majah: 1756, Shahih)

Dan sunnah juga yang dimakan adalah beberapa butir kurma, sebelum keluar Rumah untuk pergi shalat di hari Raya idul fitri:

Telah menceritakan kepada kami Jubarah Ibnul Mughallas berkata, telah menceritakan kepada kami Husyaim dari Ubaidullah bin Abu Bakr dari Anas bin Malik ia berkata,

"Pada hari raya Iedul Fitri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak keluar (untuk shalat Pada hari raya Iedul Fitri) hingga makan beberapa butir kurma. "(HR. Ibnu Majah: 1754, Shahih)

__________________________

• MARI JADI ORANG BAIK •

• JAGA IMAN - JAGA SHALAT - JAGA AKHLAQ - TUTUPLAH AURAT •

• follow twitter @QURANdanSUNNAH

_____________________________

Bagi yang mau ikut berpartisipasi dalam pembangunan pesantren ini, di daerah tanjolaya, Bogor, jawa barat

kami membuka untuk yang mau ikut berpartisipasi, untuk investasi akherat.

infaq bisa di salurkan ke :

Rak atas nama : MUHAMMAD AL ISLAM

BCA : 122-091-2121
BNI : 55-05-05-05-54
MANDIRI : 136-00-10-275-334
MUAMALAT : 0147-568-391
BRI : 6775-01-00-0092-507
Bank Syariah Mandiri : 270-701-7001

Dan terimakasih buat saudara(i) yang sudah ikut berpartisipasi, semoga Allah ridhai, dan memasukkan kita kedalam golongan hamba-hamba-Nya yang shaleh/shalehah. Dan memasukkan kita kedalam tempat yang di ridhai-Nya yaitu surga-Nya. aamiin

"Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan meng-infaq-kan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka."(QS Al-Baqarah : 1-3)

"Dan infaqkanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."(QS Al-Baqarah : 195)

"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir." (QS. An-Nisa : 36-37)

Untuk info, dan foto lokasi pembangunan pesantren : silahkan follow twitter @Muhammadalislam

Sunday, August 12, 2012

by: Dibalik Hati Seorang Ayah: Mukjizat Sholat Dan Doa

Mukjizat Sholat Dan Doa wrote:

Dibalik Hati Seorang Ayah

By: Muhamad Agus Syafii

Seorang ayah sekalipun terkesan cuek dan tidak peduli namun selalu memiliki cinta dan kasih sayang bagi istri & anak-anaknya. Dibalik hati seorang ayah akan tahan menderita bila sakit untuk dirinya sendiri, namun tidak akan tahan disaat melihat buah hatinya yang menderita. Bahkan jika sakit itu bisa digantikannya, ayah bersedia menggantikan sakit anaknya. Itulah sosok ayah yang anaknya setiap hari selalu mengajak untuk sholat ditengah kemalasan. Ajakan itu terasa betul-betul meyengat hatinya sampai suatu peristiwa itu terjadi.

Tiba-tiba anaknya yang teramat dicintainya sakit. Perutnya mengembung. Anaknya menangis terus menerus. Tanpa berpikir panjang dirinya segera membawa anaknya ke rumah sakit. Sebagai seorang ayah tak kuasa dirinya menahan air mata. Dokter sempat mengatakan kesempatan hidup anaknya tinggal 60% saja. Tim dokter sudah dipersiapkan untuk operasi anaknya. 'Siapa yang mengatur hidup mati kita? apakah dokter itu yang mengatur? kok berani-beraninya mereka menyebutkan tinggal 60% hidup anak saya,' begitu tanyanya. Berkali-kali beristighfar memohon ampun kepada Allah namun air matanya tak dapat disembunyikan. Bergegas beliau bersama istrinya ke Rumah Amalia untuk bershodaqoh, dengan berharap keridhaan Allah bisa menyembuhkan anaknya. Keesokan harinya operasi itu dilaksanakan. lampu operasi sudah menyala. Sementara anak kecil tergeletak tak berdaya. Dia nampak sangat gelisah. Hilir mudik didepan kamar operasi. Perkataan istrinya sudah tidak digubrisnya lagi. Dirinya tak henti-hentinya berdoa, Bermacam-macam doa sudah dipanjatkan kepada Allah, tak tahu lagi harus apa yang harus dilakukan.

Tak lama kemudian seorang dokter keluar dari kamar operasi muncul didepan pintu sambil tersenyum kepadanya. 'Bapak, berdasarkan hasil pemeriksaan saya, anak bapak tidak perlu dioperasi,' Dia bersyukur takjub. Desah nafasnya terasa ringan. Air matanya bercucuran. Syukur alhamdulillah berkali-kali diucapkannya. Pada lantai rumah sakit dibersujud. Sujud syukur sambil menangis tak tertahankan. Alangkah nikmatnya rasanya menerima anugerah Allah justru disaat harapan sudah mulai menipis.begitulah Allah menguji hamba-hambaNya yang beriman. Subhanallah.."Musibah yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak dan tetangganya bisa dihilangkan dengan puasa, sholat, shodaqoh dan amar ma'ruf nahi mungkar/mengajak kebaikan mencegah keburukan."(HR. Bukhari & Muslim).

---
Sahabatku yg dicintai Allah, yuk.. aminkan doa ini agar kita terjauhkan dari bala' & bencana, "Allahumma inni a'udzubika min jahdil bala'i wa darkisy-syaqa'i wa su-il qadha'i wa syamatatil a'da'i" Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menemui penderitaan, dari takdir yg buruk & dari keberhasilan musuh."(HR. Bukhari & Muslim).

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
---
Sahabatku, Alhamdulillah, terima kasih atas secercah senyuman untuk anak-anak Rumah Amalia dibulan suci Ramadhan ini, teriring doa kami bersama anak-anak Rumah Amalia, "semoga Allah melimpahkan rizki, kesehatan & keberkahan untuk anda & keluarga". Bila berkenan berpartisipasi dalam bentuk baju anak-anak, berbuka, buku atau lainnya untuk Rumah Amalia. Silahkan kirimkan ke Rumah Amalia. Jl. Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: agus

MUST READ BY ; كلنا مسلمون (We All Are Muslims) My name is Cassie, I am 23 years old. I graduated as a qualified nurse this year and was given my first position as a home nurse.

I ♥ Muhammad wrote:

MUST READ BY ; كلنا مسلمون (We All Are Muslims)

My name is Cassie, I am 23 years old. I graduated as a qualified nurse this year and was given my first position as a home nurse.

My patient was an English gentleman in his early 80s who suffered from Alzheimer's. In the first meeting, the patient was given his record and from it I could see that he was a convert to the religion of Islam, therefore he was a Muslim.

I knew from this that I would need to take into account some modes of treatment that may go against his faith, and therefore try to adapt my care to meet his needs. I brought in some 'halal' meat to cook for him and ensured that there was no pork or alcohol in the premises as I did some research which showed that these were forbidden in Islam.

My patient was in a very advanced stage of his condition so a lot of my colleagues could not understand why I was going through so much effort for him. But I understood that a person who commits to a faith deserves that commitment to be respected, even if they are not in a position to understand.

Anyway after a few weeks with my patient I began to notice some patterns of movement.

At first I thought it was some copied motions he's seen someone doing, but I saw him repeat the movement at particular time; morning, afternoon, evening.

The movements were to raise his hands, bow and then put his head to the ground. I could not understand it. He was also repeating sentences in another language, I couldn't figure out what language it was as his speech was slurred but I know the same verses were repeated daily.

Also there was something strange, he didnt allow me to feed him with my left hand (I am left-handed).

Somehow I knew this linked to his religion but didn't know how.

One of my colleagues told me about paltalk as a place for debates and discussions and as I did not know any Muslims except for my patient I thought it would be good to speak to someone live and ask questions. I went on the Islam section and entered the room 'True Message'.

Here I asked questions regarding the repeated movements and was told that these were the actions of prayer. I did not really believe it until someone posted a link of the Islamic prayer on youtube.

I was shocked.

A man who has lost all memory of his children, of his occupation, and could barely eat and drink was able to remember not only actions of prayer but verses that were in another language.

This was nothing short of incredible and I knew that this man was devout in his faith, which made me want to learn more in order to care for him the best I could.

I came into the paltalk room as often as I could and was given a link to read the translation of the Quran and listen to it.

The chapter of the 'Bee' gave me chills and I repeated it several times a day.

I saved a recording of the Quran on my iPod and gave it to my patient to listen to, he was smiling and crying, and in reading the translation I could see why.

I applied what I gained from paltalk to care for my patient but gradually found myself coming to the room to find answers for myself.

I never really took the time to look at my life; I never knew my father, my mother died when I was 3, me and my brother were raised by our grandparents who died 4 years ago, so now its just the two of us.

But despite all this loss, I always thought I was happy, content.

It was only after spending time with my patient that felt like I was missing something. I was missing that sense of peace and tranquility my patient, even through suffering felt.

I wanted that sense of belonging and a part of something that he felt, even with no one around him.

I was given a list of mosques in my area by a lady on paltalk and went down to visit one. I watched the prayer and could not hold back my tears.

I felt drawn to the mosque every day and the imam and his wife would give me books and tapes and welcome any questions I had.

Every question I asked at the mosque and on paltalk was answered with such clarity and depth that could do nothing but accept them.

I have never practiced a faith but always believed that there was a God; I just did not know how to worship Him.

One evening I came on paltalk and one of the speakers on the mic addressed me. He asked me if I have any questions, I said no. He asked if I was happy with the answers I was given, I said yes.

He asked then what was stopping me accepting Islam, I could not answer.

I went to the mosque to watch the dawn prayer. The imam asked me the same question, I could not answer.

I then went to tend to my patient, I was feeding him and as I looked in his eyes I just realized, he was brought to me for a reason and the only thing stopping me from accepting was fear.... not fear in the sense of something bad, but fear of accepting something good, and thinking that I was not worthy like this man.

That afternoon I went to the mosque and asked the imam if I could say my declaration of faith, the Shahadah.

لا إله إلا الله محمد رسول الله (lā ʾilāha ʾillà l-Lāh, Muḥammadun rasūlu l-Lāh)

There is no god except Allah, Muhammad is Allah's messenger.

He helped me through it and guided me through what I would need to do next.

I cannot explain the feeling I felt when I said it.

It was like someone woke me up from sleep and sees everything more clearly.

The feeling was overwhelming joy, clarity and most of all.... peace.

The first person I told was not my brother but my patient.

I went to him, and before I even opened my mouth he cried and smiled at me.

I broke down in front of him, I owed him so much.

I came home logged on to paltalk and repeated the shahadah for the room.

They all helped me so much and even though I had never seen a single one of them, they felt closer to me than my own brother.

I did eventually call my brother to tell him and although he wasn't happy, he supported me and said he would be there, I couldn't ask for any more.

After my first week as a Muslim my patient passed away in his sleep while I was caring for him. Inna lillahi wa inna ilayhi rajioon.

He died a peaceful death and I was the only person with him.

He was like the father I never had and he was my doorway to Islam.

From the day of my Shahadah to this very day and for every day for as long as I live, I will pray that Allah shows mercy on him and grant him every good deed I perform in the tenfold.

I loved him for the sake of Allah and I pray each night to become an atoms weight of the Muslim he was.

Islam is a religion with an open door; it is there for those who want to enter it.... Verily Allah is the Most Merciful, Most Kind.

* note * Our sister Cassie passed away October 2010 Inna lillahi wa inna ilayhi rajioon, after she gave da'wa to her brother, who had accepted Islam Alhamdulillah

AllahuAkbar!
AllahuAkbar!
AllahuAkbar!

Salatul-istikhara

I ♥ Muhammad wrote:

BY: كلنا مسلمون (We All Are Muslims)

Often times people just do salatul-istikhara only for major decisions (i.e. marriage, etc), however the reality of the fact is that we should do istikhara for other non-marriage related items as well. From personal experience, I can tell you it puts your heart at ease.

HOW TO PRAY Salaat al-Istikhaarah ?

The description of Salaat al-Istikhaarah was reported by Jaabir ibn 'Abd-Allaah al-Salami (may Allaah be pleased with him) who said:

"The Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) used to teach his companions to make istikhaarah in all things, just as he used to teach them soorahs from the Qur'aan. He said: 'If any one of you is concerned about a decision he has to make, then let him pray two rak'ahs of non-obligatory prayer, then say: Allaahumma inni astakheeruka bi 'ilmika wa astaqdiruka bi qudratika wa as'aluka min fadlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdir, wa ta'lamu wa laa a'lam, wa anta 'allaam al-ghuyoob. Allaahumma fa in kunta ta'lamu haadha'l-amra (then the matter should be mentioned by name) khayran li fi 'aajil amri wa aajilihi (or: fi deeni wa ma'aashi wa 'aaqibati amri) faqdurhu li wa yassirhu li thumma baarik li fihi. Allaahumma wa in kunta ta'lamu annahu sharrun li fi deeni wa ma'aashi wa 'aaqibati amri (or: fi 'aajili amri wa aajilihi) fasrifni 'anhu [wasrafhu 'anni] waqdur li al-khayr haythu kaana thumma radini bihi (O Allaah, I seek Your guidance [in making a choice] by virtue of Your knowledge, and I seek ability by virtue of Your power, and I ask You of Your great bounty. You have power, I have none. And You know, I know not. You are the Knower of hidden things. O Allaah, if in Your knowledge, this matter (then it should be mentioned by name) is good for me both in this world and in the Hereafter (or: in my religion, my livelihood and my affairs), then ordain it for me, make it easy for me, and bless it for me. And if in Your knowledge it is bad for me and for my religion, my livelihood and my affairs (or: for me both in this world and the next), then turn me away from it, [and turn it away from me], and ordain for me the good wherever it may be and make me pleased with it."

(Reported by al-Bukhaari, 6841; similar reports are also recorded by al-Tirmidhi, al-Nisaa'i, Abu Dawood, Ibn Maajah and Ahmad).

Ibn Hijr (may Allaah have mercy on him) said, commenting on this hadeeth:

"Istikhaarah is a word which means asking Allaah to help one make a choice, meaning choosing the best of two things where one needs to choose one of them.

Concerning the phrase 'The Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) used to teach us to make istikhaarah in all things,' Ibn Abi Jamrah said: 'It is a general phrase which refers to something specific. With regard to matters that are waajib (obligatory) or mustahabb (liked or encouraged), there is no need for istikhaarah to decide whether to do them, and with regard to matters that are haraam (forbidden) or makrooh (disliked), there is no need for istikhaarah to decide whether to avoid them. The issue of istikhaarah is confined to matters that are mubaah (allowed), or in mustahabb matters when there is a decision to be made as to which one should be given priority.' I say: it refers to both great and small matters, and probably an insignificant issue could form the groundwork for a big issue.

The phrase 'If any one of you is concerned…' appears in the version narrated by Ibn Mas'ood as: 'if any one of you wants to do something…'

'Let him pray two rak'ahs of non-obligatory prayer.' This is mentioned to make it clear that it does not mean fajr prayer, for example. Al-Nawawi said in al-Adhkaar: He can pray istikaarah after two rak'ahs of regular sunnah prayer done at zuhr for example, or after two rak'ahs of any naafil prayers whether they are regularly performed or not… It seems to be the case that if he made the intention to pray istikhaarah at the same time as intending to pray that particular prayer, this is fine, but not if he did not have this intention.

Ibn Abi Jamrah said: The wisdom behind putting the salaat before the du'aa' is that istikhaarah is intended to combine the goodness of this world with the goodness of the next. A person needs to knock at the door of the King (Allaah), and there is nothing more effective for this than prayer, because it contains glorification and praise of Allaah, and expresses one's need for Him at all times.

The phrase 'then let him say' would seem to imply that the du'aa' should be said after finishing the prayer, and the word thumma (then) probably means after reciting all the words of the salaat and before saying salaam.

The phrase 'O Allaah, I seek Your guidance by virtue of Your knowledge' is explaining 'because You know best.' Similarly, 'by virtue of Your power' most likely means 'seeking Your help.' 'I seek ability' (astaqdiruka) means 'I ask You to give me the power or ability (qudrah) to do' whatever is being asked for, or it probably means 'I ask You to decree (tuqaddir) this for me.' So it may mean making it easy.

'I ask You of Your great bounty' refers to the fact that Allaah gives out of His great generosity, but no one has the right to His blessings. This is the opinion of Ahl al-Sunnah.

'You have power, I have none. And You know, I know not' refers to the fact that power and knowledge belong to Allaah alone, and the slave has no share of them except what Allaah decrees for him.

'O Allaah, if in Your knowledge this matter…' According to one report, he should mention it by name. It is apparent from the context that he should state it, but it is probably sufficient to be thinking of the matter whilst making this du'aa'.

'Then ordain it for me' means 'make it happen for me' or it may mean 'make it easy for me.'

'Then turn it away from me, and turn me away from it' means 'so that my heart will no longer feel attached to it after it has been turned away.'

'Make me pleased with it' means 'make me content with it, so that I will never regret asking for it or be sorry that it happened, because I do not know how it will turn out, even if at the time of asking I am pleased with it.'

The secret is that one's heart should not be attached to the matter in question, because that will result in a person becoming restless. Being pleased with something means that one's heart is content with the decree of Allaah.

(Summarized from the commentary of al-Haafiz Ibn Hijr (may Allaah have mercy on him) on the hadeeth in Saheeh al-Bukhaari, Kitaab al-Da'waat and Kitaab al-Tawheed.).

Wednesday, August 8, 2012

KAPANKAH LAILATUL QADR?

I ♥ Muhammad wrote:

KAPANKAH LAILATUL QADR?

Sudah dijelaskan di atas bahwa Lailatul Qadr terjadi pada satu malam saja dari bulan Ramadhan pada setiap tahun, akan tetapi tidak dapat dipastikan kapan terjadinya [1]. Sehingga banyak hadits-hadits dan atsar-atsar yang menerangkan waktu-waktu malam, yang mungkin terjadi padanya Lailatul Qadr[2]. Di antara waktu-waktu yang di terangkan hadits-hadits dan atsar-atsar terseb
ut ialah sebagai berikut:

1. Pada Malam Pertama Pada Bulan Ramadhan.

Ibnu Katsir berkata: "Ini diriwayatkan dari Abu Razin Al 'Uqaili (seorang sahabat)" [3].

2. Pada Malam Ke Tujuh Belas Pada Bulan Ramadhan.

Ibnu Katsir berkata [4]: "Dalam hal ini Abu Dawud telah meriwayatkan hadits marfu' [5] dari Ibnu Mas'ud. Juga diriwayatkan dengan mauquf [6] darinya, Zaid bin Arqam dan Utsman bin Abi Al 'Ash [7]. Dan ini adalah salah satu perkataan Muhammad bin Idris Asy Syafi'i. Juga diriwayatkan dari Al Hasan Al Bashri. Mereka semua beralasan, karena (malam ke tujuh belas Ramadhan adalah) malam (terjadinya) perang Badr, yang terjadi pada malam Jum'at, malam ke tujuh belas dari bulan Ramadhan, dan di pagi harinya (terjadilah) perang Badr. Itulah hari yang Allah katakan dalam firmanNya:

يَوْمَ الْفُرْقَانِ

(Di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan) [8].

3. Pada Malam Ke Sembilan Belas Pada Bulan Ramadhan.

Pendapat ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas'ud dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhum [9].

4. Pada Malam Ke Dua Puluh Satu Pada Bulan Ramadhan.

Sebagaimana hadits Abu Sa'id Al Khudri, beliau berkata:

اِعْتَكَفَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ الأَوَّلِ مِنْ رَمَضَانَ, وَاعْتَكَفْنَا مَعَهُ, فَأَتَاهُ جِبْرِيْلُ, فَقَالَ: (إِنَّ الَّذِيْ تَطْلُبُ أَمَامَكَ), فَاعْتَكَفَ العَشْرَ الأَوْسَطَ فَاعْتَكَفْنَا مَعَهُ, فَأَتَاهُ جِبْرِيْلُ, فَقَالَ: (إِنَّ الَّذِيْ تَطْلُبُ أَمَامَكَ), قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطِيْباً صَبِيْحَةَ عِشْرِيْنَ مِنْ رَمَضَانَ, فَقَالَ: ((مَنْ كَانَ اعْتَكَفَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلْيَرْجِعْ, فَإِنِّيْ أُرِيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ, وَإِنِّيْ نُسِّيْتُهَا, وَإِنَّهَا فِيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فِيْ وِتْرٍ, وَإِنِّيْ رَأَيْتُ كَأَنِّيْ أَسْجُدُ فِيْ طِيْنٍ وَمَاءٍ)), وَكَانَ سَقْفُ الْمَسْجِدِ جَرِيْدَ النَّخْلِ, وَمَا نَرَى فِيْ السَّمَاءِ شَيْئاً فَجَاءَتْ قَزَعَةٌ فَأُمْطِرْنَا, فَصَلَّى بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى رَأَيْتُ أَثَرَ الطِّيْنِ وَالْمَاءِ عَلَى جَبْهَةِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَرْنَبَتِهِ تَصْدِيْقَ رُؤْيَاهُ.

"Rasulullah melakukan i'tikaf pada sepuluh hari pertama di bulan Ramadhan, dan kamipun beri'tikaf bersamanya. Lalu Jibril datang dan berkata: "Sesungguhnya apa yang kamu minta (ada) di depanmu," lalu Rasulullah berkhutbah pada pagi hari yang ke dua puluh di bulan Ramadhan dan bersabda: "Barangsiapa yang i'tikaf bersama Nabi, pulanglah. Karena sesungguhnya aku telah diperlihatkan Lailatul Qadr, dan aku sudah lupa. Lailatul Qadr akan terjadi pada sepuluh hari terakhir pada (malam) ganjilnya, dan aku sudah bermimpi bahwa aku bersujud di atas tanah dan air". Saat itu atap masjid (terbuat dari) pelepah daun pohon kurma, dan kami tidak melihat sesuatupun di langit. Lalu tiba-tiba muncul awan, dan kamipun dihujani. Lalu Rasulullah shalat bersama kami, sampai-sampai aku melihat bekas tanah dan air yang melekat di dahi dan ujung hidungnya sebagai pembenaran mimpinya".[10]

Asy Syafi'i berkata: "Hadits ini adalah riwayat paling shahih".[11]

5. Pada Malam Ke Dua Puluh Tiga Pada Bulan Ramadhan.

Sebagaimana hadits Abdullah bin Unais, beliau berkata:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ((أُرِيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ أُنْسِيْتُهَا, وَأَرَانِيْ صُبْحَهَا أَسْجُدُ فِيْ مَاءٍ وَطِيْنٍ)), قَالَ: فَمُطِرْنَا لَيْلَةَ ثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ, فَصَلَّى بِنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَانْصَرَفَ, وَإِنَّ أَثَرَ الْمَاءِ وَالطِّيْنِ عَلَى جَبْهَتِهِ وَأَنْفِهِ, قَالَ: وَكَانَ عَبْدُ اللهِ بْنُ أُنَيْسٍ يَقُوْلُ: ثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ.

"Sesungguhnya Rasulullah bersabda: ((Aku telah diperlihatkan Lailatul Qadr kemudian aku dibuat lupa, dan aku bermimpi bahwa aku bersujud di atas tanah dan air)). Maka kami dihujani pada malam yang ke dua puluh tiga, Rasulullah shalat bersama kami, kemudian beliau pergi sedangkan bekas air dan tanah (masih melekat) di dahi dan hidungnya".

Dan Abdullah bin Unais berkata: Dua puluh tiga [12].

6. Pada Malam Ke Dua Puluh Empat Di Bulan Ramadhan.

Sebagaimana hadits Abu Sa'id Al Khudri, berkata:

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ أَرْبَعٍ وَعِشْرِيْنَ)).

"Rasulullah bersabda: ((Lailatul Qadr malam yang ke dua puluh empat))" [13].

Ibnu Katsir berkata: "Sanadnya para perawi tsiqat (kuat)" [14].

Demikian juga lafazh hadits yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanadnya dari Bilal.[15]

Kemudian Ibnu Katsir melanjutkan perkataannya (untuk mengomentari hadits Bilal tersebut): "(Pada sanadnya ada) Ibnu Lahi'ah (dan dia) dha'if, dan (hadits ini) tidak sesuai dengan apa yang telah diriwayatkan oleh Al Bukhari dari Ashbagh, dari Ibnu Wahb, dari 'Amr bin Al Harits, dari Yazid bin Abi Habib, dari Abu Al Khair, dari Abu Abdillah Ash Shunaabihi berkata: "Bilal -Mu'adzin Rasulullah- telah memberitahu kepadaku bahwa Lailatul Qadr dimulai malam ke tujuh dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan). [16]" Maka hadits yang mauquf ini lebih sah, wallahu a'lam.

Demikian halnya telah diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Jabir, Al Hasan, Qatadah, Abdullah bin Wahb (yang semuanya mengatakan) bahwa Lailatul Qadr adalah pada malam yang ke dua puluh empat. [17]

7. Pada Malam Ke Dua Puluh Lima Di Bulan Ramadhan.

Sebagaimana hadits Abdullah bin Abbas, beliau berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: اِلْتَمِسُوْهَا فِيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ, فِيْ تَاسِعَةٍ تَبْقَى, فِيْ سَابِعَةٍ تَبْقَى, فِيْ خَامِسَةٍ تَبْقَى.

"Nabi bersabda: Carilah Lailatul Qadr di bulan Ramadhan, pada sembilan malam yang tersisa, tujuh malam yang tersisa, lima malam yang tersisa" [18].

8. Pada Malam Ke Dua Puluh Tujuh Pada Bulan Ramadhan.

Sebagaimana hadits yang di keluarkan oleh Imam Muslim dari Ubay bin Ka'b:

عَنْ عَبْدَةَ وَعَاصِمِ بْنِ أَبِيْ النُّجُوْدِ سَمِعَا زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ يَقُوْلُ: سَأَلْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, فَقُلْتُ: إِنَّ أَخَاكَ ابْنَ مَسْعُوْدٍ يَقُوْلُ: مَنْ يُقِمْ الحَوْلَ يُصِبْ لَيْلَةَ القَدْرِ, فَقَالَ: رَحِمَهُ اللهُ, أَرَادَ أَنْ لاَ يَتَّكِلَ النَّاسُ, أَمَا إِنَّهُ قَدْ عَلِمَ أَنَّهَا فِيْ رَمَضَانَ, وَأَنَّهَا فَيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ, وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ. ثُمَّ حَلَفَ لاَ يَسْتَثْنِيْ أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ, فَقُلْتُ: بِأَيِّ شَيْءٍ تَقُوْلُ ذَلِكَ يَا أَبَا الْمُنْذِرِ؟ قَالَ: بِالْعَلاَمَةِ أَوْ بِالآيَةِ الَّتِي أَخْبَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, أَنَّهَا تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

"Dari Abdah dan Ashim bin Abi An Nujud, mereka mendengar Zirr bin Hubaisy berkata: Aku pernah bertanya Ubai bin Ka'b, maka aku berkata: "Sesungguhnya saudaramu Ibnu Mas'ud berkata, barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) selama setahun, pasti akan mendapatkan Lailatul Qadr." Ubay bin Ka'b berkata: "Semoga Allah merahmatinya, beliau bermaksud agar orang-orang tidak bersandar (pada malam tertentu untuk mendapatkan Lailatul Qadr, Pen), walaupun beliau sudah tahu bahwa malam (Lailatul Qadr) itu di bulan Ramadhan, dan ada pada sepuluh malam terakhir, dan pada malam yang ke dua puluh tujuh". Kemudian Ubay bin Ka'b bersumpah tanpa istitsna' [19], dan yakin bahwa malam itu adalah malam yang ke dua puluh tujuh. Aku (Zirr) berkata: "Dengan apa (sehingga) engkau berkata demikian, wahai Abu Al Mundzir? [20]" Beliau berkata: "Dengan tanda yang pernah Rasulullah kabarkan kepada kami, yaitu (matahari) terbit (pada pagi harinya) tanpa sinar (yang terik)".[21]

Juga hadits Abdullah bin Umar:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رِجَالاً مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْمَنَامِ فِيْ السَّبْعِ الأَوَاخِرِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِيْ السَّبْعِ الأَوَاخِرِ, فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِيْ السَّبْعِ الأَوَاخِرِ)).

"Dari Ibnu Umar, bahwa beberapa orang sahabat Nabi diperlihatkan (mimpi) Lailatul Qadr pada tujuh malam terakhir, lalu Rasulullah bersabda: "Aku kira mimpi kalian telah bersesuaian pada tujuh malam terakhir. Maka barangsiapa yang ingin mendapatkannya, carilah pada tujuh malam terakhir" [22].

Demikian pula hadits Mu'awiyah bin Abi Sufyan:

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِيْ سُفْيَانَ, عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ قَالَ: ((لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ)).

"Dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan, dari Nabi dalam (masalah) Lailatul Qadr bersabda: "Lailatul Qadr pada malam ke dua puluh tujuh" [23]

Ibnu Katsir berkata: "Dan ini (Lailatul Qadr adalah malam ke dua puluh tujuh) adalah pendapat sebagian ulama salaf, pendapat madzhab Ahmad bin Hanbal, dan riwayat dari Abi Hanifah. Juga telah diriwayatkan dari sebagian Salaf, mereka berusaha mencocokkan malam Lailatul Qadr dengan malam yang ke dua puluh tujuh dengan firman Allah ( هِيَ) . Karena, kata ini adalah kata yang ke dua puluh tujuh dari surat Al Qadr. Wallahu a'lam". [24]

9. Pada Malam Ke Dua Puluh Sembilan Pada Bulan Ramadhan.

Sebagaimana hadits Abu Hurairah, berkata:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ: إِنَّهَا لَيْلَةُ سَابِعَةٍ أَوْ تَاسِعَةٍ وَعِشْرِيْنَ, إِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِيْ الأَرْضِ أَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى.

"Sesungguhnya Rasulullah bersabda tentang Lailatul Qadr: "Sesungguhnya malam itu malam yang ke (dua puluh) tujuh atau ke dua puluh sembilan. Sesungguhnya, malaikat pada malam itu, lebih banyak dari jumlah butiran kerikil (pasir)" [25].

Juga hadits 'Ubadah bin Shamit:

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ, أَنَّهُ سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ((فِيْ رَمَضَانَ, فَالْتَمِسُوْهَا فِيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ, فإِنَّهَا فَيْ وِتْرٍ, فِيْ إِحْدَى وَعِشْرِيْنَ, أَوْ ثَلاَثٍ وَعِشْرِيْنَ, أَوْ خَمْسٍ وَعِشْرِيْنِ, أَوْ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ, أَوْ تِسْعٍ وَعِشْرِيْنَ, أَوْ فِيْ آخِرِ لَيْلَةٍ, فَمَنْ قَامَهَا ابْتِغَاءَهَا إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً ثُمَّ وُفِّقَتْ لَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ)).

"Dari Ubadah bin Ash Shamit, beliau bertanya kepada Rasulullah tentang Lailatul Qadr, maka Rasulullah bersabda: "Di bulan Ramadhan. Maka carilah ia pada sepuluh malam terakhir. Karena malam (Lailatul Qadr) itu (terjadi) pada malam-malam ganjil, pada malam ke dua puluh satu, atau dua puluh tiga, atau dua puluh lima, atau dua puluh tujuh, atau dua puluh sembilan, atau pada akhir malam (bulan Ramadhan). Barangsiapa yang menghidupkan malam itu untuk mendapatkannya dengan penuh harapan (pada Allah) kemudian dia mendapatkannya, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu dan yang akan datang" [26].

10. Pada Malam Terakhir Pada Bulan Ramadhan.

Sebagaimana hadits Ubadah bin Ash Shamit [27] di atas, dan hadits Abu Bakrah:

عَنْ عُيَيْنَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ: حَدَّثَنيِ أبِيْ قَالَ: ذَكَرْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ عِنْدَ أَبِيْ بَكْرَةَ فَقَالَ: مَا أناَ مُلْتَمِسُهَا لِشَيْءٍ سَمِعْتهُ مِنْ رَسُوْلِ الله صَلىَّ الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلاَّ فِيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ فَإِنِّيْ سَمِعْتُهُ يَقُوْلُ: ((اِلْتَمِسُوْهَا فَيْ تِسْعٍ يَبْقَيْنَ, أَوْ فِيْ سَبْعٍ يَبْقَيْنَ, أَوْ فِيْ خَمْسٍ يَبْقَيْنَ, أَوْ فِيْ ثَلاَثٍ, أَوْ آخِرِ لَيْلَةٍ)), قَالَ: وَكَانَ أَبُوْ بَكْرَةَ يُصَلِّيْ فِيْ الْعِشْرِيْنَ مِنْ رَمَضَانَ كَصَلاَتِهِ فِيْ سَائِرِ السَّنَةِ, فَإذا دَخَلَ الْعَشْرَ اِجْتَهَدَ.

"Dari Uyainah bin Abdurrahman, ia berkata: "Ayahku telah mengkhabarkan kepadaku, (ia) berkata, aku menyebutkan tentang Lailatul Qadr kepada Abu Bakrah, maka beliau berkata, tidaklah aku mencari malam Lailatul Qadr dengan suatu apapun yang aku dengarkan dari Rasulullah, melainkan pada sepuluh malam terakhir; karena sesungguhnya aku mendengarkan beliau berkata: 'Carilah malam itu pada sembilan malam yang tersisa (di bulan Ramadhan), atau tujuh malam yang tersisa, atau lima malam yang tersisa, atau tiga malam yang tersisa, atau pada malam terakhir'," berkata Abdurrahman: "Dan Abu Bakrah shalat pada dua puluh hari pertama di bulan Ramadhan seperti shalat-shalat beliau pada waktu-waktu lain dalam setahun, tapi apabila masuk pada sepuluh malam terakhir, beliau bersungguh-sungguh" [28].

Hadits yang serupa telah diriwayatkan dari Mu'awiyah [29].

Inilah waktu-waktu yang diterangkan di berbagai kitab-kitab tafsir maupun hadits. Jika kita perhatikan, banyak hadits-hadits shahih yang menerangkan, bahwa kemungkinan terbesar terjadinya Lailatul Qadr ialah malam-malam ganjil pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam ke dua puluh satu dan dua puluh tujuh.

Muhammad Amin Asy Syinqithi berkata: "Tidak pernah ada ketentuan (pembatasan) yang memastikan waktu terjadinya malam itu (Lailatul Qadr) pada bulan Ramadhan. Para ulama telah banyak membawakan pendapat (perkataan) dan nash-nash. Di antara perkataan (para ulama) tersebut ada yang sangat umum. (Bahwa Lailatul Qadr) mungkin terjadi pada setahun penuh, akan tetapi ini tidak mengandung hal yang baru. Perkataan ini dinisbatkan kepada Ibnu Mas'ud, tetapi (sebetulnya) maksudnya ialah (agar manusia) bersungguh-sungguh (dalam mencarinya). Ada yang mengatakan bahwa malam itu (mungkin) terjadi pada bulan Ramadhan seluruhnya. (Mereka) berdalil dengan keumuman nash-nash Al Qur`an. Ada pula yang berkata, Lailatul Qadr mungkin terjadi pada sepuluh malam terakhir. Pendapat ini lebih khusus dari sebelumnya. Dan ada yang berpendapat, malam itu terjadi pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir tersebut. Maka dari sini, ada yang berpendapat pada malam ke dua puluh satu, ke dua puluh tiga, ke dua puluh lima, ke dua puluh tujuh, ke dua puluh sembilan, dan malam terakhir, sesuai dengan masing-masing nash yang menunjukkan terjadinya Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil tersebut. Akan tetapi, yang paling mashur dan shahih (dari nash-nash tersebut) adalah pada malam ke dua puluh tujuh dan dua puluh satu… (Dengan demikian), apabila seluruh nash yang menerangkan Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil tersebut semuanya shahih, maka besar kemungkinan Lailatul Qadr terjadi pada malam-malam ganjil tersebut. Dan bukan berarti malam Lailatul Qadr tersebut tidak berpindah-pindah, akan tetapi (ada kemungkinan), dalam tahun ini terjadi pada malam ke dua puluh satu, dan pada tahun berikutnya pada malam ke dua puluh lima atau dua puluh tujuh, dan pada tahun yang lainnya lagi terjadi pada malam ke dua puluh tiga atau dua puluh sembilan, dan begitulah seterusnya. Wallahu a'lam"[30]

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 07-08/Tahun IX/1426/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-7574821]_______

Footnote

[1]. Dan hal ini ada hikmahnya, sesuai dengan hadits yang telah berlalu dalam Shahih Al Bukhari (2/711 no.1919 & 5/2248 no.5705) dari Ubadah bin Shamit: (وَعَسَى أَنْ يَكُوْنَ خَيْراً لَكُمْ), "dan mudah-mudahan hal itu lebih baik untuk kalian", sehingga Ibnu Katsir berkata: "Maksudnya adalah ketidaktahuan kalian terhadap kapan terjadinya Lailatul Qadr itu lebih baik bagi kalian, karena hal itu membuat orang-orang yang betul-betul ingin mendapatkannya akan berusaha dengan sungguh-sungguh beribadah di setiap kemungkinan waktu terjadinya Lailatul Qadr tersebut, maka dia akan lebih banyak melakukan ibadah-ibadah. Lain halnya jika waktu Lailatul Qadr sudah diketahui, kesungguhan pun akan berkurang dan dia akan beribadah pada waktu malam itu saja". (Lihat Tafsir Al Qur'an Al Azhim (8/451).

[2]. Al Hafizh Ibnu Hajar di kitabnya Fathul Bari (4/262-266) membawakan lebih dari empat puluh lima pendapat ulama yang berkaitan dengan keterangan kemungkinan waktu-waktu terjadinya Lailatul Qadr.

[3]. Tafsir Al Quran Al Azhim (8/447). Dan kami tidak mendapatkan atsar yang menerangkan hal

Saturday, August 4, 2012

KISAH HARIMAU DAN PRAJURIT

"KATA-KATA HIKMAH" wrote:

KISAH HARIMAU DAN PRAJURIT

Alkisah, di sebuah kerajaan, sang raja mempunyai kegemaran yang tidak lazim, yakni mengukur kekuatan prajuritnya dengan cara mengadu mereka di arena aduan dengan binatang buas. Banyak tentara yang mati sia-sia karena kesenangan yang mengerikan dari raja mereka. Tetapi, tidak ada seorang pun yang berani menentangnya. Karena, menentang perintah raja berarti mati!

Suatu ketika, hari aduan kembali tiba. Telah disiapkan prajurit dan hewan buas. Dari kejauhan, terdengar suara raungan marah dan lapar seekor harimau, sehingga membuat siapa pun yang mendengar menjadi ciut nyalinya, apalagi prajurit yang akan diadu.

Setelah sang raja duduk di tempatnya, seorang prajurit pun melangkah memasuki arena aduan dengan kepasrahan sembari berdoa, siapa tahu keberuntungan memihaknya hingga tak perlu meregang nyawa. Tak berapa lama, pintu kandang harimau pun dibuka. Segera si harimau mengaum sambil melangkahkan kakinya masuk ke arena dengan sikap waspada.

Beberapa saat, aroma ketegangan pun menghiasi suasana. Si prajurit segera menyiapkan diri untuk mempertahankan diri dari serangan harimau. Namun, sebuah keanehan terjadi. Harimau yang terlihat ganas bukannya segera menyerang dan siap memakan mangsanya, tetapi dia malah berputar mengendus-endus mengitari si prajurit tanpa menunjukkan sikap bermusuhan sama sekali.

Anehnya lagi, harimau justru berusaha mendekat ke prajurit yang tadi sudah siap melawan harimau. Prajurit makin terheran dengan tindakan harimau yang lantas menjulurkan lidahnya dan menjilat kaki si prajurit tanpa bermaksud menyakiti sedikit pun. Arena aduan pun menjadi heboh.

Raja segera memerintahkan membawa si prajurit ke hadapannya. "Hai prajurit! Apa yang telah kamu lakukan kepada harimau kelaparan itu sehingga dia tidak melahapmu, malah seakan dia tunduk dan menghormatimu? Ilmu apa gerangan yang kamu pakai? Segera beritahu rajamu ini," perintah sang raja.

"Ampun baginda. Hamba juga tidak mengerti apa yang terjadi. Hamba hanya pasrah sembari bersiap menghadapi kemungkinan terburuk yang terjadi. Tetapi, setelah melihat harimau yang tiba-tiba mendekati tanpa terlihat ingin menyerang, hamba juga segera menghentikan niat hamba mempertahankan diri. Saat itu, kemudian hamba teringat sebuah peristiwa. Dahulu sekali, hamba pernah menyelamatkan dan mengobati seekor harimau kecil yang sedang diburu dan terluka. Dan sangat mungkin, harimau kecil itu adalah harimau yang sama yang ada di arena tadi. Kebaikan masa lalu yang telah hamba perbuat dan tidak pernah hamba ingat, ternyata telah menyelamatkan hidup hamba hari ini."

Pembaca yang luar biasa,

Kisah di atas adalah gambaran nyata dari pepatah "kita menuai apa yang kita tanam." Dan, meski cerita tadi sulit dipercaya, tetapi peristiwa semacam itu bisa terjadi di kehidupan nyata. Semua hal tersebut berhubungan dengan hukum universal tentang sebab-akibat. Walaupun kita lupa pernah berbuat baik kepada orang lain, tapi hukum Tuhan tidak pernah lupa. Pada saatnya kelak, kita pasti akan menerima kebaikan-kebaikan yang sepadan, bahkan melebihi apa yang pernah kita lakukan.

Begitu juga sebaliknya. Kita boleh saja lupa pernah berbuat jahat pada orang lain. Namun, bila saatnya telah tiba, kita pasti akan menerima ganjaran yang setimpal dengan perbuatan kita. Hal tersebut sejalan dengan keyakinan dan ajaran yang harus kita praktikkan, yaitu menjauhkan diri dari berbuat kejahatan yang merugikan orang lain dan selalu berbuat baik dan membantu sesama makhluk.

Untuk itu, mari terus menanamkan benih kebaikan di setiap kesempatan yang ada, baik pada lingkungan terdekat kita maupun pada sesama. Niscaya, kita akan mampu menjalani hidup dengan penuh kedamaian, kebahagiaan, dan keharmonisan.

Friday, August 3, 2012

When You ..

Nosheen Khalid wrote:

When your hurt by people who share the same blood as you, then just remember Yusuf (as), who was betrayed by his own brothers.

If you find your parents opposing you, remember Ibrahim (as), whose father led him to the fire.

If your stuck with a problem where there's no way out, remember Yunus (as), stuck in the belly of a whale.

If your ill & your body cries with pain, remember Ayoob (as) who was more ill then you.

When someone slanders you, remember Ai'sha (ra) who was slandered throughout the city.

When your lonely, recall Aadam (as) who was created alone.

When you can't see any logic around you, think of Nuh (as) who built an ark without questioning.

If you are mocked by your own relatives then think of prophet Muhammad (saws).

Allah (swt) put these prophets to trial, so that later generations may learn a lesson of patience & perseverance.

OMBAK BESAR DAN OMBAK KECIL

"KATA-KATA HIKMAH" wrote:

OMBAK BESAR DAN OMBAK KECIL

Alkisah, di tengah samudra yang luas, saat air laut pasang, tampak ombak besar bergulung-gulung dengan gemuruh suaranya yang menggelegar, seakan ingin menyatakan keberadaan dirinya yang besar dan gagah perkasa.

Sementara itu, jauh di belakang gelombang ombak besar, terdengar gemericik suara ombak kecil bersusah payah mengikuti jejak si ombak besar. Tertatih-tatih, mengekor hempasan ombak besar.

Si ombak kecil merasa dirinya begitu kecil, lemah, tidak berdaya, dan tersisih di belakang. Sungguh, terasa menyakitkan.
Dengan suaranya yang lemah, kurang percaya diri, ombak kecil bertanya kepada ombak besar. Maka sayup-sayup, terdengar serangkaian percakapan di antara mereka.

"Hai ombak besar...! Aku ingin bertanya kepadamu...! Mengapa engkau begitu besar, begitu kuat, dan gagah perkasa? Sementara lihatlah diriku... begitu kecil, lemah, dan tidak berdaya. Aku ingin seperti kamu!"

Ombak besar pun menjawab, "Sahabatku, kamu mengganggap dirimu kecil dan tidak berdaya. Sebaliknya, kamu mengganggap aku begitu hebat dan luar biasa. Anggapanmu itu muncul karena kamu belum sadar dan belum mengerti jati dirimu yang sebenarnya!"

"Jati diri? Kalau jati diriku bukan ombak kecil, lalu apa...?" timpal ombak kecil.

Ombak besar meneruskan, "Memang di antara kita terasa berbeda, tetapi sebenarnya jati diri kita adalah sama! Kamu bukan ombak kecil, aku pun juga bukan ombak besar. Ombak kecil dan ombak besar adalah sifat kita yang sementara. Jati diri kita yang sejati adalah air. Bila kamu bisa menyadari bahwa kita sama-sama air, maka kamu tidak akan menderita lagi. Kamu adalah air, setiap waktu kamu bisa menikmati menjadi ombak besar seperti aku: kuat, gagah, dan perkasa."

Netter yang Luar Biasa!

Sebagai manusia, sering kali kita terjebak dalam kebimbangan akibat situasi sulit yang kita hadapi. Yang sesungguhnya, itu hanyalah pernak-pernik atau tahapan dalam perjalanan kehidupan. Seringkali kita memvonis (keadaan itu) sebagai suratan takdir, lalu muncullah mitos: "Aku tidak beruntung", "Nasibku jelek", "Aku orang gagal". Bahkan ada yang menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan Tuhan!

Dengan memahami bahwa jati diri kita adalah sama-sama manusia, tidak ada alasan untuk merasa kecil dan kerdil dibandingkan dengan orang lain. Karena sesungguhnya, kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bukan monopoli orang-orang tertentu. Jika orang lain bisa sukses, kita pun juga bisa sukses!

Kesadaran tentang jati diri, bila telah ditemukan, maka di dalam diri kita akan timbul daya dorong dan semangat hidup yang penuh gairah; sedahsyat ombak besar di samudra nan luas, siap menghadapi setiap tantangan dan mengembangkan potensi terbaik demi menapaki puncak tangga kesuksesan.

Thursday, August 2, 2012

Kesabaran

Kesabaran yang terlampau sering terganggu, meletus menjadi kemarahan yang tiada taranya

Kunci semua hal adalah kesabaran, bukankah anda memperoleh anak ayam dengan jalan mengeram terlebih dahulu dan bukannya dengan memecahkannya

Kesabaran itu pahit, tetapi buahnya manis

Kalau kita kehilangan kesabaran, lawan mendapat kesempatan menghujamkan senjatanya yang paling tajam

Kesabaran adalah kekayaan setiap orang yang tidak dapat dicuri oleh sesiapa pun juga

Kesuksesan terkadang bergantung pada pemahaman jumlah waktu yang diperlukan bagi memperoleh hasil

Kesabaran adalah bunga yang tidak tumbuh di semua kebun

Kebanyakan orang membuat anda sibuk mendengarkan kesulitan mereka tanpa membiarkan anda mempunyai waktu bagi mengutarakan kesulitan anda sendiri

Kesabaran dan tawakal adalah minyak pelincir bagi roda kehidpan

Apabila kesabaran dan rasa terima kasih adalah dua ekor unta betina, yang mana satu perlu kutunggang tidak menjadi masalah

Inti daripada kejernihan akal fikiran adalah adanya sifat penyantun, sedangkan landasan daripada semua perkara adalah kesabaran

Dengan kesabaran kita memperoleh hasil lebih daripada kekuatan kita

Berakhlaklah kamu dengan akhlakku. Salah satu daripada akhlak-akhlakku adalah aku sangat sabar

Betapa susah orang yang tidak punya kesabaran, segala luka hanya dapat sembuh secara perlahan-lahan

Berhati-hatilah dengan orang yang sangat sabar

Anda lebih berhasil apabila menggunakan kesabaran daripada hanya menggunakan bakat

Anda jangan terlalu menginginkan semua berlangsung seperti yang anda kehendaki, tetapi sabarlah dengan kejadian yang berlangsung sebagai apa yang sudah berlangsung sehingga anda tenang dan tenteram

Segala kekejaman, bersumber kelemahan

Jangan membebani kenangan kita dengan kesusahan yang lalu

Yang sukar bagi manusia adalah mengenal dirinya sendiri

Dari http://1001mutiarakata.com/

Murid Si Pematung

Murid Si Pematung

Alkisah, di pinggir sebuah kota, tinggal seorang seniman pematung yang sangat terkenal di seantero negeri. Hasil karyanya yang halus, indah, dan penuh penghayatan banyak menghiasi rumah-rumah bangsawan dan orang-orang kaya di negeri itu. Bahkan, di dalam istana kerajaan hingga taman umum milik pemerintah pun, dihiasi dengan patung karya si seniman itu.

Suatu hari, datang seorang pemuda yang merasa berbakat memohon untuk menjadi muridnya. Karena niat dan semangat si pemuda, dia diperbolehkan belajar padanya. Bahkan, ia juga diizinkan untuk tinggal di rumah si pematung.

Sejak hari itu, mulailah dia belajar dengan tekun: mengukur ketepatan bahan adonan semen, membuat rangka, cara menggerakkan jari-jari tangan, dan mengenali setiap tekstur sesuai bentuk dan jenis benda yang akan dibuat patung, dan berbagai kemampuan mematung lainnya.

Setelah belajar sekian lama, si murid merasa tidak puas. Sebab, menurutnya, hasil patungnya belum bisa menyamai keindahan patung gurunya. Dia pun kemudian menganalisa dengan saksama, lantas memutuskan meminjam alat-alat yang biasa dipakai gurunya. Dia berpikir, rahasia kehebatan sang guru pasti di alat-alat yang dipergunakan.

"Bolehkan saya meminjam alat-alat yang biasa Bapak pakai untuk mematung? Saya ingin mencoba membuat patung dengan memakai alat-alat yang selalu dipakai guru agar hasilnya bisa menyamai patung buatan Bapak."

"Silakan pakai, kamu tahu letak alat-alat itu kan? Ambil saja dan pakailah," jawab sang guru sambil tersenyum.

Selang beberapa hari, dengan wajah lesu si murid mendatangi gurunya dan berkata, "Saya sudah berusaha dan berlatih dengan tekun sesuai petunjuk Bapak, juga memakai alat-alat yang biasa dipakai Bapak. Kenapa hasilnya tetap tidak sebagus patung yang Bapak buat?"

Sang guru menjawab dengan lembut, "Bapak sudah belajar dan berlatih membuat patung selama puluhan tahun. Bapak mengamati benda-benda, mencermati setiap gerak dan tekstur, kemudian berusaha menuangkannya ke dalam karya seni dengan segenap hati dan seluruh pikiran. Tidak terhitung berapa kali kegagalan yang telah dibuat, tapi tidak pernah pula Bapak berhenti mematung hingga hari ini. Bukan alat-alat bantu canggih yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang pematung handal, tetapi jiwa seni dan semangat untuk menekuninya yang harus kamu punyai. Dengan begitu, lambat laun kamu akan terlatih dan menjadi pematung yang baik."

"Terima kasih Pak, saya berjanji akan terus berlatih, mohon bersabar mengajari saya."

Netter yang Luar Biasa,

Untuk menciptakan sebuah maha karya, tidak cukup hanya mengandalkan talenta semata. Kita butuh proses belajar dan ketekunan berlatih bertahun-tahun. Bahkan, meski dibantu alat-alat secanggih apapun, hasil yang didapat sebenarnya sangat tergantung pada tangan-tangan terampil dan terlatih yang menggerakkannya.

Demikian pula dalam kehidupan ini, jika ingin meraih prestasi yang gemilang, ada "harga" yang harus kita bayar! Apapun bidang yang kita geluti, apapun talenta yang kita miliki, kita membutuhkan waktu, fokus dan kesungguhan hati dalam mewujudkannya hingga tercapai kesuksesan yang membanggakan! Yakinlah Allah SWT mengiringi setiap langkah kita dan berdoa-lah selalu.

Dari Kata-kata Hikmah facebook